Menikah melalui telepon/teleconfrence

Saya pernah mendengar kabar ada seorang dosen perguruan tinggi menikahkan anaknya melalui telepon. saya juga pernah mendengar seorang penghulu kantor urusan agama di jawa barat menikahkan melalui teleconfrence.

Sesungguhnya dalam tinjauan fiqh syafi Ijab qabul dalam akad nikah melalui telepon atau teleconfrence  hukumnya tidak sah, sebab tidak ada pertemuan langsung antara orang yang melaksanakan akad nikah. Keharusan para pihak, calon pengantin harus dalam satu majelis ini untuk meminimalisir penipuan atau untuk meyakinkan terjadinya pernikahan. Dalam kitab Kifayatul Akhyar II/51 dijelaskan :

(فرع) يُشْتَرَطُ فِى صِحَّةِ عَقْدِ النِّكَاحِ خُضُورُ أَرْبَعَةٍ. وَلِيٍّ وَزَوْجٍ وَشَاهِدَى عَدْلٍ

(cabang) disyaratkan dalam keabsahan nikah, hadirnya 4 orang: wali, calon suami dan dua orang saksi yang adil.

begitu juga dalam kitab Tuhfatul Habib ala Syarhil Khatib III.335 disampaikan

وَمِمَّا تَرَكَهُ مِنْ شُرُوطِ الشَّاهِدَيْنِ السَّمْعُ وَالبَصَرُ وَالضَّبْطُ (قُولُهُ وَالضَبْطُ) اى لأَلْفَاظِ وَلِى الزَّوجَةِ وَالزَّوجُ فَلاَ يَكْفِى سِمَاعُ الفَاظِهِمَا فِى ظُلْمَةٍ لأَنَّ الأَصْوَاتَ تَشْبِيْهٌ.

Dan sebagian dari hal-hal yang diabaikan dari syarat saksi dalah mendengar, melihat dan cermat (pernyataan penyusun : dan cermat) maksudnya cermat atas ucapan wali pengantin putri dan pengantin putra. Tidak cukup mendengar ucapan mereka di kegelapan karena mengandung keserupaan.

Ketidak absahan ini bukan berarti hukum Islam mengesampingkan teknologi, namun dibalik kecanggihan teknologi juga ada kemudahan dalam memanipulasi. bisa saja suaranya dirubah, didubling oleh suara orang lain, pastinya kita sudah mengetahui banyak tentang hal ini.

Sebuah pernikahan merupakan benang tipis antara ibadah dan kemaksiatan, setiap kekeliruan dalam pernikahan bisa mengakibatkan perzinaan diantara dua orang. karena itu harus dijalankan secara berhati-hati dan tidak sembrono.

Bagaimana bila salah satunya berhalangan hadir? perlu diketahui pula, bahwa ketidak mampuan hadir dapat diganti dengan cara mewakilkan baik melalui surat, utusan orang atau telepon. Dalam Kantor Urusan Agama biasanya juga disediakan blangko tauliyah bil kitabah.

5 Komentar

  1. diah_anggraeni said,

    Desember 22, 2008 pada 4:52 am

    asss..nikah melalui telepon menurut saya, lebih baik jangan dilakukan…
    karena pernikahan merupakan awal dari suatu kehidupan…bagaimana mungkin kehidupan kita sendiri dijalankan lewat telepon…
    apalagi mengenai keabsahannya para ulama masih khilaf
    wasslm

  2. ibnmasduqie said,

    Januari 8, 2009 pada 12:39 am

    secara berkelakar, gus dur pernah menyampaikan dalam forum bahtsul masail di pesantren ploso kediri, menikah melalui internet bisa sah dengan catatan hubungan badannya juga melalui internet. Yah, syariat Islam selalu mengupayakan segala hal yang menyebabkan penipuan, atau menghindarkan penipuan. semakin banyak teknologi yang digunakan semakin mudah melakukan penipuan dan kecurangan.

  3. abel said,

    April 28, 2009 pada 9:56 am

    gimana gak sah, wong jual beli lewat internet aja biasa aja. kalo gak sah hukum islam sempit banget, bukannya islam ntu slalu relevan disetiap jaman dan tempat…….. 677
    —-
    Islam memang relevan tetapi islam juga menjaga agar tidak disalah gunakan istilahnya sad-adzdzariah. jual beli beda dengan pernikahan. pernikahan adalah benang tipis antara ibadah dan perzinaan karena itu tidak boleh dilakukan secara sembrono

  4. abel said,

    April 28, 2009 pada 9:58 am

    sah-sah aja sih

  5. ibnmasduqie said,

    Juni 12, 2009 pada 5:32 am

    to mas abel… kalo memang sah2 saja tentulah memudahkan, tetapi bagaimana pendapat anda dengan hadits
    حديث عائشة عن النبي صلى الله عليه وسلّم قال: «كلُّ نكاحٍ لم يحضرْهُ أربعَةٌ فهو سفاحٌ: خاطِبٌ ووليٌّ وشاهِدانِ »


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: